“Peneliti UPGRIS Dan MGMP Biologi SMA Provinsi Jawa Tengah Berkolaborasi Dalam Mengeksplorasi Pembelajaran Biologi Berbasis Kearifan Lokal”




Semarang, 26 Juni 2025 – Tim peneliti dari Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka eksplorasi penerapan pembelajaran Biologi berbasis kearifan lokal. Kegiatan yang melibatkan tim peneliti yang terdiri dari Dosen Pendidikan Biologi dan PBSD UPGRIS beserta pengurus MGMP Biologi Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari 6 pengurus inti dan koordinator wilayah I s.d. XIII tersebut dilaksanakan secara blended. Ketua MGMP Biologi SMA Jawa Tengah, Eko Setyaningsih, M.Si., beserta pengurus inti lainnya hadir secara luring yang bertempat di ruang rapat FPMIPATI UPGRIS, sedangkan peserta daring mengikuti via Zoom Meeting.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Biologi, serta menggali tantangan dan peluang yang dihadapi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa. Beberapa contoh rekomendasi yang berhasil diungkap dalam FGD meliputi pemanfaatan tradisi nyadran, pembuatan jamu tradisional, pengolahan eco enzyme dari limbah kulit nanas, penggunaan aksara jawa dalam penamaan nama daerah suatu spesies tanaman, mitos rambut gimbal, dan pengintegrasian adat budaya Jawa yang lainnya untuk pembelajaran Biologi.
Ketua tim peneliti, Eko Retno Mulyaningrum, M.Pd., menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pada pembelajaran kontekstual dan bermakna. “Pembelajaran tidak lagi hanya menghafal konsep, tetapi terhubung langsung dengan budaya, lingkungan, dan kehidupan nyata siswa,” tegasnya.
Dalam diskusi dan kuesioner yang disampaikan, para pengurus MGMP Biologi juga menyampaikan kendala yang dihadapi selama mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran Biologi, seperti minimnya modul ajar berbasis kearifan lokal, keterbatasan pelatihan, serta kurangnya dukungan sumber daya dari lingkungan sekitar. Meski demikian, antusiasme dan kesadaran untuk mengembangkan pembelajaran berbasis nilai-nilai budaya sangat tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat peran MGMP Biologi Provinsi Jawa Tengah sebagai agen inovasi pendidikan yang mampu menjembatani nilai-nilai budaya lokal dengan penguasaan ilmu pengetahuan di kelas.
Bagi calon mahasiswa baru, FPMIPATI UPGRIS membuka program studi:
📐 Pendidikan Matematika – Terakreditasi Unggul
🧬 Pendidikan Biologi – Terakreditasi Unggul
⚡ Pendidikan Fisika – Terakreditasi Unggul
💻 Pendidikan Teknologi Informasi – Terakreditasi Unggul
🌐 fpmipati.upgris.ac.id
📍 Universitas Persatuan Guru Republik Semarang (UPGRIS)
#FPMIPATI #UPGRIS #PendidikanMatematika#PendidikanBiologi#PendidikanFisika#PendidikanTeknologiInformasi
